Khataman dan Penerimaan Sanad Metode Pembelajaran Al-Quran Bil Qolam kepada Tutor Santri Cendekia

Berbicara tentang ilmu, dalam islam merupakan hal yang sangat diperhatikan, terlebih bagi para ulama. Sebuah ilmu pengetahuan dalam islam sangat memperhatikan sanad agar dapat dipertanggungjawabkan dari mana ilmu itu berasal. Sanad merupakan tradisi ilmiah berupa rentetan rawi hadits yang sampai kepada Nabi Muhammad Saw. yang dilakukan oleh para ulama. Dengan adanya sanad ini, diharapkan segala ilmu dapat bersambung kepada Nabi Muhammad Saw. khususnya ilmu Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup seluruh umat muslim.

Pentingnya tradisi ilmiah dalam berilmu ini juga sangat diperhatikan oleh Santri Cendekia dalam mencetak para kader tutornya untuk mengajarkan ilmu Al-Qur’an. Sanad dan Ijazah para tutor Santri Cendekia ini tidak didapatkan secara instan, melainkan harus melalui beberapa tahap dengan mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an. Terhitung sejak Kamis, 2 Juli 2020 tutor Santri Cendekia mulai mengaji dengan Ustadz Muhammad Faishol Khoironi, beliau merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Ni’matul Iman yang berlokasi di daerah Dau. Metode yang digunakan adalah Bil Qolam (metode panduan belajar membaca Al-Quran dengan empat nada yang dilakukan secara talqin (guru mencontohkan), ittiba’ (siswa menirukan) dan‘urdhoh (pengulangan bacaan) yang bersanad kepada  KH. Bashori Alwi Murtadho. Sedangkan pemberian sanad oleh ustadz Faishol ini sudah berlaku selama 5 periode kepada para santri dan santriwati beliau.

            Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT tutor Santri Cendekia telah melalui beberapa tahap mengaji selama 5 bulan dan tepat pada hari Jumat, 4 Desember 2020 telah menyelesaikan bacaan 30 Juz Al-Qur’an. Setelah khatammembaca 30 juz Al-Qur’an, diadakan acara khataman yang bertempat di Masjid Pondok Pesantren Nurul Iman. Acara ini dimulai setelah Isya’ dan dihadiri oleh ustadz Nur Muhayat, ustadz Muhammad Faishol Khoironi, para santri dan santriwati Pondok Pesantren Nurul Iman, tetangga sekitar, dan para tutor Santri Cendekia yang menjadi peserta tashih bersanad. Pembacaan doa yang dipimpin oleh ustadz Nur Muhayat selaku ketua MWC NU kecamatan Dau mengawali acara khatamanpada malam hari itu. Acara dilanjut dengan maulidurrosul dengan membaca mauliddiba’ sekaligus memperingati Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Solo. Tabuhan rebana yang dimainkan para santri dan santriwati Pondok Pesantren Ni’matul Iman mengiringi jalannya acara.

            Pembagian sanad dilaksanakan setelah acara khataman yang ditutup doa dari ustadz Nur Muhayat. Pemberian sanad ini dilakukan oleh ustadz Faishol langsung selaku guru kepada para santri yakni tutor Santri Cendekia.

“Dengan adanya sanad ini, kalian sudah mendapatkan izin untuk mengajarkan Al-Qur’an. Amalkan dan sampaikan ilmu yang telah saya berikan tanpa mengharap imbalan apapun, jangan menjadi sombong dengan sanad ini. Selalu ingat dan bacalah Al-Qur’an beserta sholawat. Kalau tidak sempat, ya sempatkan. Karena kedua hal tersebut sangat penting.” Pesan ustadz Faishol kepada para santri yang telah resmi mendapatkan sanad untuk mengajarkan Al-Qur’an seluas-luasnya kepada masyarakat.

            Dengan hal ini, Santri Cendekia selaku lembaga yang mewadahi kebutuhan masyarakat untuk belajar Al-Qur’an dengan mudah, tidak meninggalkan hal prinsipil untuk memberikan pengajaran yang berkualitas dengan sanad keilmuan yang jelas. (sc/af)

More Information :

Instagram :

  • @santricendekia.id
  • @santrievent.sc
  • @santriprivat.sc
  • @santripreneur.sc
  • @santrirobotik.sc

WhatsApp :

  • 082244906213
  • 089694420190

Email :

  • official@santricendekia.id

YouTube :

  • SANTRICENDEKIA

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp
On Key

Related Posts

ngalam fun camp

Ngalam Fun Camp 2020

Kurang lebih selama 4 bulan pemerintah Indonesia memberikan himbauan kepada masyarakat Indonesia untuk senantiasa tetap di rumah karena adanya pandemi covid-19. Oleh karena itu, seluruh

Butuh Bantuan? Chat Whatsapp