5 Adab Menuntut Ilmu Menurut Imam al Ghazali yang Harus Anda Ketahui

Adab Menuntut Ilmu Menurut Imam al Ghazali

Adab menuntut ilmu merupakan bentuk penerapan akhlak yang baik (mulia). Adab menjadi suatu kewajiban yang harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Adab sangat diperhatikan dalam mengharap keridloan dan keberkahan terhadap kebermanfaatan ilmu yang akan dipelajari. Imam Malik juga menekankan dalam hal ini, pernah berkata kepada kaum Quraisy: “Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu”. Maka penting bagi seorang pelajar terutama santri yang belajar ilmu Agama Islam dalam lingkungan pesantren dengan menerapkan adab kepada ustad dan kyai, bahkan terhadap hewan peliharaan kyai (tradisi  pesantren kepada keluarga ndalem).

Berikut adab menuntut ilmu serta penjelasan lengkap menurut Imam al Ghazali yang harus Anda ketahui:

1. Suci jasmani dan rohani

Menjaga keadaan diri melalui wudlu serta membersihkan hati dari sifat-sifat yang tercela.  Melalui tahapan ini suci baik jasmani maupun rohani menjadi suatu perantara awal untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam menuntut ilmu.

2. Rendah hati dan tidak sombong

Tunduk pada perintah guru dan tidak merasa lebih pintar dari yang lain. Dalam hal ini santri harus melandasi pikiran dan hatinya untuk menanamkan rasa tidak lebih alim terhadap gurunya agar dapat menghindari sifat sombong.

3. Bersungguh-sungguh dalam belajar

Siap mengorbankan apapun untuk ilmu, baik harta, waktu maupun tenaga atau meninggalkan yang lainnya demi belajar. Berbagai cara dapat dilakukan agar menjadi santri yang bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, antara lain: mengurangi hal-hal yang dapat menggangu fokus terhadap proses belajar, menuntut ilmu di tempat atau daerah lain, dan menggunakan waktu dengan sebaik mungkin dalam proses belajar. Bahkan dalam hal fokus dalam belajar Imam al Gazali “Ilmu tidak akan memberikan sebagian darinya sampai Kamu memberikan keseluruhan dari dirimu kepadanya”. Maka menuntut ilmu harus totalitas dalam proses disertai dengan doa agar selalu dipermudahkan dalam memahami ilmu tersebut.

4. Hindari perselisihan

Bila ada perbedaan pendapat utamakan solusi kembalikan pada agama dan Allah. Hendaknya topik-topik pembahasan yang menimbulkan perdebatan untuk dihindari dengan menacari sumber-sumbet pendapat yang dapat menjelaskan suatu topik bahasan. Dalam kajian Islam tentang syariat sangat banyak prespektif, maka penting dalam menunjukkan rujukan mazhab yang digunakan agar saling bisa memahami suatu perbedaan.

5. Tuntas dalam memahami ilmu

Menekuni ilmu yang dipelajari sampai paham sehingga dapat diajarkan kepada orang lain. Dalam mempelajari disiplin ilmu hendaknya dilakukan dengan runtut, dimulai dengan pembahasan yang sangat mendasar setelah itu pembahasan yang selanjutnya agar memudahkan dalam memahami ilmu secara utuh tanpa ada disinformasi.

Adab menuntut ilmu menurut Imam al Ghazali tersebut dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari agar suatu ilmu yang Anda pelajari dapat bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat sebagai amal jariyah yang tidak terputus.

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp
On Key

Related Posts

ngalam fun camp

Ngalam Fun Camp 2020

Kurang lebih selama 4 bulan pemerintah Indonesia memberikan himbauan kepada masyarakat Indonesia untuk senantiasa tetap di rumah karena adanya pandemi covid-19. Oleh karena itu, seluruh

Butuh Bantuan? Chat Whatsapp